Mencatat pengeluaran harian sering terasa seperti tugas berat, apalagi kalau aplikasinya ribet dan bikin pusing. Kita semua pernah mengalami: berjanji akan lebih disiplin, tapi berhenti di hari ketiga karena antarmukanya menakutkan. Tenang, kamu tidak sendiri. Ada cara yang lebih lembut: pakai aplikasi yang tidak hanya simpel, tapi juga estetik—sehingga membuka aplikasi jadi sedikit lebih menyenangkan.
Kenapa Tampilan Estetik Ternyata Penting
Ketika melihat angka pengeluaran, otak kita sudah cukup stres. Warna-warna lembut, ikon yang lucu, dan transisi halus bisa jadi bantuan kecil yang signifikan. Riset sederhana dari Journal of Consumer Psychology menunjukkan bahwa visual yang menyenangkan bisa menurunkan keengganan kita dalam melakukan tugas yang membosankan.
Di iPhone, kita beruntung. Banyak developer memahami bahwa user experience bukan sekadar soal fitur, tapi juga perasaan. Aplikasi yang dirancang dengan baik tidak akan membuatmu merasa bersalah saat mencatat secangkir kopi kekinian yang sedikit terlalu mahal.

Pennies: Untuk Kamu yang Benci Ribet
Pennies adalah jawaban jika kamu menginginkan sesuatu yang benar-benar minimal. Tidak ada kategori bertingkat, tidak ada laporan yang memusingkan. Kamu cukup menambahkan jumlah uang yang dihabiskan, pilih kategori warna-warni, dan selesai.
Yang membuatnya spesial adalah anggaran harian otomatis. Kamu tentukan berapa total uang untuk minggu ini, dan Pennies akan menghitung sisa rata-rata harianmu. Kalau hari ini boros, besok otomatis kurang. Kalau irit, besok dapat jatah lebih. Sistem ini membantu kita memikirkan uang dalam skala kecil, tidak menakutkan.
Catatan penting: Pennies tidak mendukung sinkronisasi bank lokal Indonesia. Kamu harus input manual semua transaksi. Tapi bagi sebagian orang, justru ini yang membantu meningkatkan kesadaran finansial.
Monny: Saat Kamu Butuh Sedikit Semangat
Monny mengubah pencatatan jadi permainan. Setiap kali kamu mencatat pengeluaran, aplikasi ini memberi respons visual yang mengapresiasi. Ada pencapaian harian, streak, dan karakter lucu yang merayakan disiplinmu. Ini trik psikologi sederhana tapi efektif.
Tampilannya mengadopsi flat design dengan palet warna lembut. Kategori sudah disiapkan ratusan ikon kecil yang estetik. Kamu bisa foto nota, tapi tidak wajib. Semua dirancang agar prosesnya tidak lebih dari 10 detik per transaksi.
Fitur Unggulan Monny
- Catatan multi-mata uang (berguna kalau sering belanja online)
- Target tabungan visual dengan gambar pribadi
- Widget iOS untuk input cepat tanpa buka aplikasi
- Mode malam otomatis yang nyaman di mata
Spending: Keindangan dalam Kekosongan
Kalau Monny penuh warna, Spending melakukan sebaliknya. Ini aplikasi yang hampir kosong. Layar utama hanya menunjukkan satu angka: berapa kamu habiskan hari ini. Dibawahnya, garis tipis menunjukkan tren 7 hari terakhir.
Input datanya sangat sederhana: angka, deskripsi opsional, dan swipe up untuk simpan. Tidak ada kategori. Tidak ada tag. Beberapa orang mungkin merasa kekurangan, tapi bagi yang lain, ini bebas dari kecemasan klasifikasi.
Spending sempurna kalau kamu hanya ingin tahu: “Apakah saya boros hari ini?” tanpa alasan atau pembenaran.
Daily Budget Original: Matematika yang Manusiawi
Konsepnya mirip Pennies, tapi dengan lapisan kontrol lebih. Kamu tentukan pendapatan, pengeluaran tetap, dan tabungan. Aplikasi ini lalu menghitung budget harianmu yang sebenarnya.
Contoh konkret: Gaji Rp 8 juta, pengeluaran tetap (kos, listrik, internet) total Rp 4 juta, target tabungan Rp 1 juta. Daily Budget akan bilang: kamu punya Rp 100 ribu per hari untuk “hidup”—makan, transport, hiburan.
Interface-nya menggunakan kartu-kartu transparan dengan bayangan halus, sangat iOS-native. Ada juga versi iPad kalau kamu lebih suka planning di layar besar.
Spendee: Visualisasi yang Tidak Menakutkan
Spendee memang punya fitur lengkap: multi-akun, shared wallet untuk keluarga, bahkan sinkronisasi otomatis (tergantung negara). Tapi kekuatan sebenarnya ada di visualisasinya.
Grafik lingkaran warna-warni menunjukkan proporsi pengeluaran tanpa angka detail yang mengintimidasi kecuali kamu tap. Ada juga heat map kalender: hari yang paling boros warnanya lebih pekat. Sekali lihat, kamu langsung paham pola.
Untuk penggunaan harian, kamu bisa mengabaikan fitur advanced. Mode “Simpel” di setting akan sembunyikan semua yang tidak perlu, tinggal tombol tambah dan ringkasan mingguan.
Toshl Finance: Saat Kamu Butuh Karakter
Toshl punya maskot monster hijau yang mengikuti kemanapun kamu pergi. Mungkin kedengarannya childish, tapi justru ini yang membuat pencatatan terasa tidak serius-serius amat. Monster ini bereaksi sesuai kebiasaanmu.
Input transaksi bisa lewat Siri: “Hey Siri, I spent 50 thousand on lunch.” Toshl akan catat. Bisa juga lewat Apple Watch kalau kamu punya. Fleksibilitas ini menjadikannya pilihan kuat untuk gaya hidup mobile.
| Fitur | Pennies | Monny | Spending |
|---|---|---|---|
| Input Manual | Ya | Ya | Ya |
| Sinkron Bank | Tidak | Tidak | Tidak |
| Widget iOS | Ya | Ya | Tidak |
| Multi-mata uang | Tidak | Ya | Tidak |
1Money: Keseimbangan Sempurna
1Money berada di titik tengah antara sederhana dan powerful. Ada kategori, tapi sistemnya tidak hierarkis. Kamu bisa membuat sub-kategori jika mau, tapi tidak dipaksa. Tampilan utamanya adalah flow transaksi seperti timeline Instagram.
Setiap transaksi bisa ditandai dengan emoji. Rp 20 ribu untuk kopi? Tap ikon kopi. Rp 50 ribu untuk bensin? Tap ikon pom bensin. Lama-lama, kamu bisa baca pola hanya dari urutan emoji. Ini visual storytelling finansial.
Aplikasi ini juga punya fitur recurring transaction yang sangat intuitif. Tidak seperti form panjang, kamu cukup swipe sebuah transaksi lama dan pilih “Ulangi setiap bulan.”
Nudget: Filosofi Satu-Satunya
Nudget dibangun di atas satu pertanyaan: “Berapa yang kamu habiskan hari ini?” Tidak ada kategori, tidak ada anggaran mingguan. Cuma angka. Tapi di balik kesederhanaan itu, ada algoritma yang belajar pola pengeluaranmu.
Setelah dua minggu, Nudget bisa memberi nudget—saran jumlah harian yang disesuaikan dengan tujuan tabunganmu. Tidak perlu kamu hitung. Aplikasi ini melakukan matematika di belakang layar, cukup kamu percayai angka yang muncul.
Desainnya mengikuti Human Interface Guidelines Apple dengan sangat ketat. Rasanya seperti aplikasi bawaan iPhone yang tidak pernah ada.
Money Lover: Ketika Butuh Lebih Banyak Warna
Money Lover adalah aplikasi yang sudah lama, tapi terus berevolusi. Versi terbarunya sangat fokus pada customization. Kamu bisa pilih tema warna, ikon kategori, bahkan font.
Fitur unggulannya adalah photo attachment yang tidak membuat aplikasi jadi lambat. Foto nota disimpan terkompresi, tapi tetap cukup jelas jika suatu saat dibutuhkan. Berguna untuk tracking pengeluaran bisnis kecil.
Ada juga fitur debt and loan yang visual. Tidak sekadar catatan, tapi ada timeline kapan hutang harus dilunasi dengan countdown berwarna. Warna merah muda tidak menakutkan, tapi cukup mengingatkan.
YNAB: Disiplin yang Indah
YNAB (You Need A Budget) lebih dari aplikasi; ini sistem. Tapi tampilan iOS-nya sangat memperhatikan detail. Setiap interaksi punya animasi mikro yang memuaskan. Tombol-tombol tidak sekadar responsif, tapi memberi feedback haptik yang tepat.
Di YNAB, kamu tidak mencatat apa yang sudah dihabiskan. Kamu memberi “tugas” untuk setiap rupiah yang masuk. Ini mindset shift. Tampilannya membantu proses ini dengan drag-and-drop yang intuitif. Seret uang dari kategori “Available” ke kategori “Groceries” terasa seperti permainan puzzle.
Harganya relatif mahal: sekitar $99 per tahun. Tapi mereka memberi free trial 34 hari—bukan 30, tapi 34—karena itu waktu yang cukup untuk melihat satu siklus gajian penuh.
Penting untuk diingat: Tidak ada aplikasi yang bisa mengubah kebiasaan finansialmu dalam semalam. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi gesekan dan membuat proses lebih nyaman. Pilih yang paling sesuai dengan kepribadianmu, bukan yang paling banyak fitur.
Bagaimana Memilih yang Tepat untukmu
Sebelum download semuanya, coba tanya diri tiga pertanyaan ini:
- Apakah kamu tipe yang suka detail atau cukup gambaran besar?
- Apakah manual input adalah bug atau feature bagimu?
- Seberapa penting visualisasi data dalam memotivasi diri?
Jawabanmu akan menunjuk arah. Kalau suka detail, Spendee atau 1Money. Kalau benci input manual, Toshl dengan Siri adalah teman. Kalau hanya butuh gambaran besar, Spending atau Nudget.
Catatan Praktis tentang Data dan Privasi
Hampir semua aplikasi di atas tidak wajib buat akun. Kamu bisa pakai mode lokal saja. Ini artika data tidak pernah meninggalkan iPhone-mu. Tapi kekurangannya, kalau HP rusak, catatan hilang.
Untuk backup, kebanyakan mendukung iCloud sync yang terenkripsi. Cek di setting aplikasi, pastikan tombol iCloud berwarna hijau. Jangan lupa juga aktifkan two-factor authentication Apple ID-mu.

Kesimpulan Tanpa Tekanan
Memilih aplikasi catatan keuangan adalah soal chemistry. Mungkin butuh coba dua atau tiga sebelum menemukan yang pas. Yang penting, jangan jadikan proses seleksi ini alasan untuk menunda memulai.
Mulai hari ini. Pilih satu. Coba tiga hari. Kalau tidak nyaman, ganti. Kalau nyaman, lanjutkan. Tidak ada yang sempurna. Yang ada hanya yang cukup baik untuk membantumu melangkah lebih sadar, satu hari dalam sekali waktu.
Dan ingat, aplikasi hanyalah alat. Perubahan datang dari keputusan kecil yang konsisten, bukan dari warna tombol yang paling cantik.