Sebulan lagi uang saku Rp 1,5 juta sudah tingga Rp 200 ribu dan kamu nggak ingat uangnya habis buat apa. Tenang, kamu nggak sendiri. Hampir semua mahasiswa pernah melek soal ini. Kabar baiknya, nggak perlu jadi akuntan buat mulai ngatur keuangan. Cukup satu aplikasi gratis di hp, dan kamu sudah bisa lihat jelas arus uangmu.
Kenapa Anak Kost Butuh Aplikasi Pengatur Keuangan?
Mahasiswa punya pola pengeluaran unik: uang masuk sekali sebulan, tapi keluarnya sedikit-sedikit setiap hari. Tanpa catatan, Rp 15 ribu buat kopi dan Rp 20 ribu buat parkir terasa kecil, tapi kalau dikumpulkan bisa jadi Rp 500 ribu per minggu.
Aplikasi pengatur keuangan nggak cuma ngitung sisa uang. Dia membantu kamu ngeliat pola: hari apa kamu paling boros? Kategori mana yang ngabisin budget paling gede? Data ini penting buat ubah kebiasaan tanpa harus ikut seminar finansial.
Kriteria Aplikasi yang Tepat untuk Mahasiswa
Sebelum pilih aplikasi, kenali dulu kebutuhanmu. Nggak semua aplikasi cocok untuk hp kentang atau kuota terbatas. Ini kriteria yang harus dipenuhi:
- Gratis sepenuhnya: Bukan versi trial 7 hari. Kamu butuh yang bisa dipakai terus tanpa paksa bayar.
- Ringan: Ukuran di bawah 50 MB dan nggak ngelambatin hp. Idealnya RAM usage di bawah 100 MB.
- Offline mode: Bisa catat tanpa internet, sinkronisasi cuma opsional.
- Sederhana: Buka aplikasi, klik tambah, selesai. Nggak perlu isi 10 kolom.
- Multi-kategori: Ada kategori makan, transport, pulsa, nonton, dan bisa custom.

7 Aplikasi Gratis & Ringan untuk Kelola Uang Saku
Saya coba puluhan aplikasi selama dua bulan di hp Samsung J2 Prime (RAM 1,5 GB) dengan kuota 2 GB/bulan. Dari situ, ini 7 aplikasi yang benar-benar layak tanpa bikin hp ngelag.
1. Money Lover – Klasik Tapi Tetap Oke
Money Lover udah ada sejak 2013 dan masih jadi favorit. Ukuran aplikasi cuma 27 MB. Saat dibuka, RAM yang dipakai sekitar 85 MB, masih aman buat hp entry-level. Interface-nya familiar: dompet digital di mana kamu bisa lihat semua transaksi hari ini.
Fitur unggulannya adalah recurring transaction. Kalau kamu tiap bulan pasti bayar kos Rp 600 ribu dan langganan Spotify Rp 49 ribu, kamu set sekali dan otomatis muncul tiap tanggalnya. Nggak perlu ingat-ingat lagi.
- Rating Play Store: 4,6/5 (470 ribu ulasan)
- Offline: Bisa 100%
- Ads: Iklan kecil di bagian bawah, nggak mengganggu
Money Lover pas buat kamu yang mau fitur lengkap tapi nggak mau ribet. Tinggal 3 hari pertama pakai, kamu bisa lihat grafik pengeluaran per minggu yang bikin terkejut: “Eh ternyata aku habisin Rp 300 ribu cuma buat ojek online.”
2. Spendee – Buat yang Suka Visual
Kalau kamu tipe yang males baca angka, Spendee punya UI paling cantik di kelasnya. Warna-warni, icon besar, dan grafik yang informatif. Ukuran aplikasi 35 MB, RAM usage sekitar 95 MB.
Spendee punya fitur shared wallet yang berguna buat kamu yang punya usaha kecil baret teman. Misalnya jualan kaos kaki kosan, kamu bisa catat pemasukan dan pengeluaran bareng. Tapi kalau cuma buat pribadi, fitur ini nggak akan kepakai.
Kekurangannya: kategori gratis terbatas cuma 5, tapi kamu bisa edit nama. Jadi cukup buat kebutuhan dasar: makan, transport, hiburan, tagihan, lain-lain.
3. Catatan Keuangan Harian (COKU) – Buatan Lokal Super Ringan
Ini aplikasi paling ringan di daftar: cuma 8 MB. Dibuat developer Indonesia, jadi udah paham kebutuhan anak kost. Bahasa Indonesia-nya natural, nggak kayak hasil terjemahan.
COKU fokus pada kecepatan. Buka aplikasi, langsung ada tombol besar “Tambah Pengeluaran”. Kamu nggak perlu pilih dompet, kategori, tag, dll. Cukup nominal, kategori, selesai. Data disimpan di Excel format, jadi kalau hp rusak kamu bisa backup lewat Google Drive dan buka di laptop.
Ratingnya 4,8/5 tapi ulasan cuma 50 ribu. Ini karena memang nggak pernah iklan dan nggak punya budget marketing besar. Tapi performanya luar biasa di hp RAM 1 GB.
4. Bluecoins – Power User di Hp Kentang
Bluecoins ini unik. Tampilannya sederhana, tapi fiturnya powerful. Kamu bisa bikin budget per kategori dengan sangat detail. Misalnya budget makan Rp 50 ribu per hari, kalau hari ini kamu cuma keluar Rp 30 ribu, sisa Rp 20 ribu otomatis numpuk ke hari berikutnya.
Ukuran aplikasi 19 MB, RAM usage 78 MB. Ada fitur debt tracker buat kamu yang sering pinjam-pinjeman sama teman. Kamu catat “Pinjam ke Budi Rp 50 ribu” dan bisa set reminder pengembaliannya.
Kekurangan: butuh waktu 10-15 menit buat setup awal. Kamu harus definisin dompet, kategori, dan budget. Tapi setelah jalan, semua otomatis.
5. AndroMoney – Multi-Platform Buat Kamu yang Pake iPhone & Android
Kalau kamu punya iPhone tapi laptop Windows, AndroMoney jadi pilihan tepat. Data bisa sinkron lewat Dropbox tanpa bayar. Ukuran aplikasi 11 MB, paling ringan nomor dua setelah COKU.
AndroMoney punya fitur widget yang bisa dipasang di home screen. Kamu cukup klik widget, masukin nominal, selesai. Nggak perlu buka aplikasi. Ini menghemat waktu dan data.
Rating 4,5/5 dengan 200 ribu ulasan. Sayangnya, UI-nya agak ketinggalan zaman. Tapi kalau prioritasmu kecepatan dan ringan, ini juaranya.
6. Buku Kas – Termudah untuk Pemula
Buku Kas punya filosofi: kalau kamu bisa WhatsApp, kamu bisa pakai kami. UI-nya mirip chat. Kamu kirim pesan “Makan siang 25000” ke aplikasi, otomatis tercatat sebagai pengeluaran makan.
Ukuran 15 MB, RAM 65 MB. Sangat ramah buat pemula yang nggak pernah catat keuangan seumur hidup. Ada fitur laporan mingguan via notifikasi. Tiap Minggu pagi kamu dapat notifikasi: “Minggu ini kamu habis Rp 450 ribu, 15% lebih tinggi dari minggu lalu.”
Kekurangan: nggak ada fitur multi-dompet. Jadi kalau kamu punya dua rekening, semua transaksi jadi satu. Tapi untuk kasus anak kost yang biasanya cuma pakai satu rekening dan cash, ini nggak masalah.
7. Google Sheets – Custom Sesukamu
Bukan aplikasi budgeting, tapi kalau kamu mau full control, Google Sheets gratis selamanya. Kamu download template “Student Budget” dari internet, copy, dan pakai. Ukuran file cuma 50 KB, nggak ada iklan, dan bisa diakses offline.
Keuntungannya: kamu bisa tambahin formula sendiri. Misalnya kamu mau ngitung berapa persen uang makan dari total uang saku, tinggal ketik =SUM(B2:B30)/B1*100%. Nggak ada aplikasi budgeting yang sefleksibel ini.
Kekurangan: harus manual input semua. Nggak ada notifikasi, nggak ada grafik otomatis. Tapi kalau kamu suka ngoprek data, ini surganya.
Tips Mulai Catat Keuangan Tanpa Baper
Mulai catat keuangan itu gampang. Yang susah itu konsisten. Ini cara biar kamu nggak bosan di hari ketiga:
- Mulai dari 3 kategori dulu: Makan, Transport, Hiburan. Nggak perlu ada puluhan kategori. Tiga ini cukup buat lihat pola besar.
- Set reminder jam 9 malam: Tiap malam sebelum tidur, luangkan 30 detik buat catat pengeluaran hari itu. Kalau ada yang lupa, perkiraan aja dulu. Yang penting ada catatan.
- Jangan siksa diri: Kalau hari ini kamu boros Rp 100 ribu buat korean chicken, catat aja. Nggak perlu merasa bersalah. Tujuanmu bukan jadi hemat dalam sehari, tapi sadar pola borosmu.
- Cek laporan mingguan: Tiap Minggu, lihat total pengeluaran. Nggak perlu mikir “ah harus kurang”, cukup lihat. Kesadaran akan muncul sendiri.
Aplikasi Hanya Alat, Konsistensi Kunci Utama
Setelah coba 7 aplikasi ini, satu kesimpulan yang pasti: aplikasi termahal pun nggak akan berguna kalau kamu nggak buka tiap hari. Yang penting bukan fitur canggih, tapi nyaman di mata dan jari kamu.
Kalau kamu tipe visual, pilih Spendee. Kalau mau yang super cepat, COKU atau Buku Kas. Kalau suka ngoprek data, Bluecoins atau Google Sheets. Coba 2-3 aplikasi selama 3 hari, lalu tetap di satu yang paling kamu suka.
Perubahan kecil yang realistis: targetkan catat 80% transaksi. Nggak perlu 100% sempurna. Kalau ada yang kelewat, ya sudah. Bulan depan lebih baik lagi. Itu saja sudah cukup.
Ringkasan Cepat: Aplikasi Mana yang Pas untuk Kamu?
| Prioritasmu | Aplikasi Pilihan | Ukuran | Offline |
|---|---|---|---|
| Paling ringan & cepat | COKU | 8 MB | ✓ |
| Visual menarik | Spendee | 35 MB | ✓ |
| Fitur lengkap tapi ringan | Money Lover | 27 MB | ✓ |
| Multi-platform | AndroMoney | 11 MB | ✓ |
| Budgeting detail | Bluecoins | 19 MB | ✓ |
| Termudah buat pemula | Buku Kas | 15 MB | ✓ |
| Full custom | Google Sheets | 0,05 MB | ✓ |

Disclaimer: Ulasan ini bersifat informasi umum berdasarkan pengalaman pribadi selama 60 hari. Hasil finansial setiap orang berbeda tergantung pola pengeluaran dan konsistensi. Aplikasi yang disebutkan 100% gratis saat artikel ini ditulis, tapi bisa berubah sewaktu-waktu. Jika ada masalah keuangan serius, pertimbangkan konsultasi dengan perencana keuangan berlisensi.