Mempercayakan data keuangan pribadi ke aplikasi memang bikin was-was. Pikiran soal kebocoran data atau penyalahgunaan informasi sering jadi penghalang utama buat mulai mengatur keuangan secara digital. Keresahan ini tidak hanya valid, tapi juga tanda kamu cukup bijak dalam melindungi aset digitalmu.
Finku hadir sebagai salah satu aplikasi budgeting lokal yang menawarkan kemudahan pencatatan transaksi otomatis. Tapi pertanyaan besarnya: apakah Finku sudah cukup aman dari sisi legalitas dan keamanan data? Mari kita bahas fakta-faktanya secara transparan.
Lisensi dan Regulasi: Apakah Finku Sudah Resmi Terdaftar?
Langkah paling krusial dalam menilai keamanan aplikasi finansial adalah memeriksa izin regulasi. Ini bukan sekadar formalitas, tapi jaminan bahwa perusahaan diawasi oleh otoritas yang berwenang.
Status Pendaftaran OJK
Finku dikembangkan oleh PT Finku Indonesia yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor registrasi S-88/MS.72/2021. Registrasi ini masuk dalam kategori Penyelenggara Layanan Pinjam-Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi atau lebih dikenal sebagai fintech lending.
Namun, penting untuk dipahami: kategori ini spesifik untuk layanan pinjam-meminjam. Finku sendiri menyatakan bahwa fitur utama mereka adalah budgeting app dengan opsional fitur pendanaan. Registrasi OJK ini menunjukkan komitmen mereka untuk beroperasi di dalam koridor hukum Indonesia.
Sertifikasi PSE Kominfo
Selain OJK, Finku juga terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan nomor 000740.02/DJAI.PSE/05/2023. Sertifikasi ini wajib bagi platform digital yang menyimpan data pengguna di Indonesia.
Keamanan Data: Teknologi dan Praktik yang Digunakan
Mengulik teknis keamanan data memang tidak selalu nyaman, tapi ini langkah penting untuk memahami seberapa jauh Finku melindungi informasimu.
Enkripsi dan Proteksi Transmisi Data
Finku menggunakan Enkripsi 256-bit SSL/TLS untuk semua transmisi data antara aplikasi di ponselmu dan server mereka. Standar ini sama dengan yang digunakan perbankan digital, artinya data yang dikirimkan diubah menjadi kode yang sangat sulit dipecahkan jika diintersepsi oleh pihak tidak berwenang.
Data sensitif seperti kredensial akun bank juga tidak disimpan dalam bentuk teks biasa. Finku menerapkan tokenization dan hashing sehingga bahkan jika server tersusupi, data mentah tetap tidak bisa langsung dibaca.
Kebijakan Akses Data yang Transparan
Salah satu fitur Finku adalah sinkronisasi otomatis transaksi bank melalui API. Mekanisme ini bekerja dengan sistem read-only access yang artinya Finku hanya bisa melihat riwayat transaksi, tidak bisa melakukan transfer atau perubahan apapun di rekeningmu.
Ketika menghubungkan akun bank, kamu akan diminta untuk memasukkan kredensial yang langsung diteruskan ke server bank melalui gateway aman. Finku sendiri tidak menyimpan password bank-mu. Mereka hanya menyimpan token akses yang terbatas dan terenkripsi.
Transparansi Kebijakan Privasi
Kebijakan privasi yang jelas adalah indikator keseriusan sebuah platform dalam melindungi pengguna. Finku mempublikasikan kebijakan privasi lengkap di situs resmi mereka yang bisa diakses publik.
Beberapa poin penting yang perlu dipahami:
- Koleksi Data Minimal: Finku hanya mengumpulkan data yang diperlukan untuk layanan, seperti nama, email, dan data transaksi yang disinkronkan.
- Tidak Ada Penjualan Data: Dalam kebijakan mereka, Finku secara eksplisit menyatakan tidak akan menjual data pribadimu ke pihak ketiga untuk keperluan marketing tanpa persetujuan.
- Pembagian Terbatas: Data hanya bisa dibagikan ke pihak ketiga yang terafiliasi dan diperlukan untuk operasional, seperti penyedia layanan keamanan atau mitra bank.

Penting untuk Dicatat: Meski kebijakan privasi menjanjikan perlindungan, kamu tetap harus membaca secara menyeluruh dan memahami apa yang kamu setujui. Kebijakan bisa berubah, jadi cek pembaruan secara berkala.
Risiko yang Masih Ada dan Mitigasi
Tidak ada sistem yang 100% kebal dari risiko. Mengakui risiko adalah bagian dari transparansi yang sehat.
Risiko Teknis
Serangan phishing, malware, atau pencurian perangkat fisik tetap menjadi ancaman terbesar. Jika ponselmu tidak dilindungi PIN atau biometric, seseorang yang mengakses perangkat bisa melihat data di aplikasi Finku.
Risiko Regulasi
Status regulasi Finku saat ini terdaftar, bukan berizin penuh. Perbedaan ini penting. Registrasi OJK berarti mereka melaporkan aktivitas, tapi belum melalui proses lengkap seperti lembaga keuangan besar. OJK bisa mencabut registrasi jika ada pelanggaran.
Tips Menggunakan Finku dengan Lebih Aman
Kamu punya kontrol penuh untuk meningkatkan keamanan akunmu. Beberapa langkah sederhana tapi efektif:
- Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA): Jika tersedia, selalu aktifkan verifikasi dua langkah untuk login.
- Gunakan PIN Aplikasi: Finku menyediakan fitur PIN tambahan. Aktifkan agar aplikasi terkunci otomatis.
- Jangan Root/Jailbreak Perangkat: Perangkat yang di-root lebih rentan terhadap serangan malware.
- Periksa Izin Aplikasi: Pastikan Finku hanya meminta izin yang relevan, seperti koneksi internet, bukan akses SMS atau kontak yang tidak perlu.
- Logout dari Perangkat Tidak Digunakan: Jika login di perangkat lain, pastikan logout setelah selesai.
Perbandingan Singkat dengan Kompetitor
Untuk konteks, mari bandingkan status regulasi Finku dengan dua aplikasi budgeting lokal lainnya:
| Aplikasi | Registrasi OJK | Sertifikasi PSE | Fitur Utama |
|---|---|---|---|
| Finku | Terdaftar (S-88/MS.72/2021) | Ya (000740.02/DJAI.PSE/05/2023) | Budgeting + Sinkronisasi Bank |
| Money Lover | Tidak Terdaftar | Ya | Budgeting Manual |
| Spendee | Tidak Terdaftar | Tidak Tersedia | Budgeting + Sinkronisasi (Internasional) |
Catatan: Data diambil dari publikasi resmi masing-masing perusahaan dan database OJK per Mei 2024. Status bisa berubah sewaktu-waktu.
Kesimpulan: Seberapa Aman Finku untuk Kamu?
Finku telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam membangun fondasi keamanan dan legalitas. Registrasi OJK dan sertifikasi PSE Kominfo memberikan lapisan perlindungan dasar yang tidak dimiliki banyak aplikasi budgeting lokal lainnya.
Implementasi enkripsi standar industri dan kebijakan akses read-only juga menunjukkan pemahaman teknis yang baik tentang risiko finansial. Namun, status “terdaftar” bukan “berizin penuh” tetap menjadi batasan yang perlu diperhatikan.
Rekomendasi Praktis: Finku cukup aman untuk penggunaan pribadi dengan data transaksi sehari-hari. Jika kamu sangat risk-averse atau mengelola aset besar, pertimbangkan untuk menggunakan mode manual tanpa menghubungkan akun bank. Kombinasikan dengan kebiasaan keamanan digital yang baik untuk risiko minimal.
Keputusan akhir tetap di tanganmu. Yang terpenting, kamu sudah bergerak ke arah yang benar dengan meluangkan waktu memahami risiko sebelum mempercayakan data berhargamu. Langkah kecil seperti ini justru paling berarti dalam perjalanan keuangan jangka panjang.
[DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi umum berdasarkan data publik terkini dan bukan pengganti saran keuangan atau hukum profesional. Pastikan selalu melakukan verifikasi mandiri sebelum menggunakan layanan finansial apapun.]