Mencairkan reksadana di Bareksa seringkali membuat jantung berdebar. Bukan karena rumit, tapi lebih ke rasa takut salah langkah, khawatir uang lama masuk, atau bahkan takut dianggap “gagal investasi”. Tenang, semua perasaan itu normal. Prosesnya jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan, dan yang paling penting: ini uangmu, kamu berhak mengaksesnya kapan saja.
Kenapa Mencairkan Reksadana Bukan Tanda Gagal?
Sebelum masuk ke cara teknis, mari kita singkirkan beban mental dulu. Mencairkan reksadana bukan kekalahan. Ada banyak alasan sah yang membuat orang butuh uang tunai—darurat medis, biaya pendidikan, atau sekadar rebalancing portofolio.
Yang jadi masalah bukan pencairannya, tapi ketidaktahuan prosesnya yang bikin panik. Kalau kamu tahu setiap langkahnya dan timeline yang jelas, keputusan jadi lebih terkendali. Tidak ada lagi rasa “mengambil keputusan buta”.
Persiapan Sebelum Mencairkan: Cek Dulu Ini
Supaya tidak terjebak di tengah jalan, ada beberapa hal yang harus sudah siap. Ceklist ini penting untuk mempercepat proses:
- Profil risiko masih valid? Pastikan profil risiko tidak kadaluarsa. Kalau sudah lewat satu tahun, kamu harus update dulu lewat aplikasi.
- Rekening bank terverifikasi. Bareksa hanya akan kirim uang ke rekening yang sudah terverifikasi atas nama sama dengan akun. Pastikan nomor rekening masih aktif.
- Cek lock-up period. Beberapa produk reksadana, terutama jenis fixed income atau terproteksi, punya periode lock-up. Jual di luar waktu ini bisa kena penalty.
- Perhatikan cut-off time. Jual sebelum jam tertentu untuk mendapatkan NAV hari yang sama. Lewat cut-off, proses ikut hari bursa berikutnya.
Pro tip: Simpan dana darurat di reksadana pasar uang atau obligasi agar likuiditas tinggi. Jangan di saham atau campuran kalau kamu butuh uang dalam waktu dekat.
Langkah Mencairkan Reksadana di Bareksa (Step-by-Step)
Prosesnya bisa dilakuan lewat aplikasi Bareksa atau website. Berikut langkah lengkapnya:
1. Login dan Pilih Portofolio
Buka aplikasi Bareksa, masuk ke menu “Portofolio”. Kamu akan melihat daftar reksadana yang dimiliki. Pilih produk yang ingin dicairkan.
2. Klik “Jual” dan Masukkan Jumlah Unit
Tekan tombol “Jual” pada produk yang dipilih. Kamu bisa pilih jual sebagian atau semua unit. Masukkan nominal atau jumlah unit yang diinginkan. Aplikasi akan menampilkan estimasi hasil jual berdasarkan NAV terakhir.
3. Konfirmasi Transaksi
Cek kembali detail transaksi: produk, jumlah, dan rekening tujuan. Bareksa akan kirim kode OTP ke email atau SMS. Masukkan kode tersebut untuk konfirmasi.
4. Tunggu Proses Redeem
Setelah konfirmasi, status akan berubah jadi “Dalam Proses”. Di sinilah masa menunggu dimulai. Kamu tidak perlu lakukan apa-apa, kecuali sabar.

Berapa Lama Uang Masuk ke Rekening? Timeline Lengkap
Ini yang paling ditunggu. Durasi pencairan bergantung pada jenis reksadana dan hari bursa. Begini rincian realistisnya:
- Reksadana Pasar Uang: T+1 hingga T+2 hari kerja. Paling cepat. Jual hari ini, uang bisa masuk besok atau lusa.
- Reksadana Pendapatan Tetap (Obligasi): T+2 hingga T+3 hari kerja. Butuh waktu lebih lama karena ada proses penyelesaian obligasi.
- Reksadana Saham: T+3 hingga T+4 hari kerja. Paling lama karena mekanisme pasar saham yang lebih kompleks.
- Reksadana Campuran: Mengikuti mayoritas underlying-nya, biasanya T+2 hingga T+4 hari kerja.
Catatan penting: “Hari kerja” di sini adalah hari bursa (Senin-Jumat, tidak termasuk libur nasional). Jual di hari Jumat sore? Prosesnya baru mulai Senin.
Contoh konkret: Kamu jual reksadana pasar uang pada Selasa pagi sebelum cut-off. Uang paling lambat Kamis masuk rekening. Kalau jual Jumat sore, uang baru masuk Selasa atau Rabu minggu depan.

Biaya yang (Mungkin) Dikenakan
Keuntungan utama beli reksadana di Bareksa adalah gratis biaya subscribe dan redeem untuk sebagian besar produk. Tapi ada pengecualian:
- Biaya Penalti: Beberapa produk terproteksi atau fixed income punya early redemption fee kalau dijual sebelum jatuh tempo. Bisa 0.5% hingga 2% dari nilai investasi.
- Biaya Manajemen: Ini sudah terhitung dalam NAV, bukan potongan tambahan. Tapi perlu dipahami bahwa return sudah dikurangi biaya ini.
- Biaya Transfer: Bareksa tidak charge, tapi cek apakah bank kamu charge untuk menerima transfer masuk (jarang terjadi untuk transfer antarbank).
Selalu baca fund fact sheet sebelum beli untuk pahami biaya tersembunyi. Jangan sampai kejutan di saat jual.
Tips Agar Proses Lancar & Cepat
Setelah bantu puluhan orang proses pencairan, ini yang paling sering jadi hambatan:
- Jual pagi-pagi. Hindari jam 11.00-13.00 karena sering macet di sistem. Cut-off time paling banyak di jam 13.00 WIB.
- Cek status reksadana. Pastikan tidak ada status “suspend” atau “freeze”. Kalau ada, hubungi customer service.
- Pakai koneksi stabil. Jangan transaksi di tempat sinyal lemah. OTP bisa delay dan sesi habis.
- Catat reference number. Simpan bukti transaksi. Kalau ada masalah, ini akan mempercepat tracking.
- Hubungi CS kalau lewat T+4. Kalau uang belum masuk melewati timeline normal, jangan ragu hubungi Bareksa CS via chat atau email.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Uang Masuk?
Uang sudah masuk rekening, sekarang tanggung jawab besar: jangan langsung habis untuk “celebrasi”. Ada tiga pilihan cerdas:
Pertama, gunakan sesuai tujuan semula (darurat, biaya, dll). Kedua, alokasikan kembali ke instrumen lain kalau memang rebalancing. Ketiga, kalau ini bagian dari profit taking, pertimbangkan untuk parkir di pasar uang sambil cari peluang baru.
Yang terpenting: catat alasan pencairan dan evaluasi. Ini akan jadi pembelajaran untuk investasi berikutnya. Apakah timingnya tepat? Apakah kebutuhannya beneran darurat? Data ini berharga.
Kesimpulan: Pencairan Itu Hak, Bukan Dosa
Mencairkan reksadana di Bareksa adalah proses yang transparan dan cukup cepat, asal kamu paham timeline dan syaratnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama semua data sudah lengkap dan sesuai.
Ingat, tujuan investasi adalah membuat hidup lebih aman, bukan lebih stress. Kalau mencairkan membuatmu lebih tenang atau menyelesaikan masalah, itu keputusan yang tepat. Tidak perlu validasi dari siapa pun.
Catatan Penting: Ulasan ini bersifat informasi umum berdasarkan pengalaman penggunaan platform Bareksa. Setiap keputusan finansial tetap menjadi tanggung jawab pribadi. Untuk saran investasi spesifik, konsultasikan dengan perencana keuangan yang terlisensi. Proses dan timeline dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Bareksa dan Manajer Investasi.