Memilih aplikasi budgeting itu seperti mencari pasangan yang tepat. Ada yang suka lengkap dengan fitur analisis mendalam, ada yang lebih butuh yang sederhana dan tidak bikin pusing. Kalau kamu cenderung kedua, pertanyaan “Ivy Wallet vs Monefy, mana yang lebih ringan?” ini sangat valid. Keduanya memang dikenal sebagai aplikasi open source yang minim resource, tapi “ringan” itu artinya berbeda-beda untuk tiap orang.

Sebelum kita lanjut, izinkan saya jujur: ulasan ini bersifat informasi umum berdasarkan pengalaman praktis, bukan saran keuangan pribadi. Pilihan aplikasi tetap kembali ke kebutuhan dan kenyamananmu sendiri. Oke, mari kita bedah satu per satu.

Mengenal Keduanya: Siapa yang Baru, Siapa yang Sudah Lama?

Ivy Wallet adalah pendatang baru di dunia aplikasi budgeting open source. Dibangun dengan teknologi modern, Ivy Wallet menawarkan antarmuka yang lebih segar dan mengikuti desain material Android terkini. Kamu bisa melihat kode sumbernya langsung di GitHub, lengkap dengan update berkala dari komunitas developer.

Monefy sudah lebih dulu eksis dan punya basis pengguna yang cukup loyal. Meski juga open source, Monefy punya versi pro berbayar di Play Store yang menambahkan beberapa fitur. Versi open sourcenya tetap fungsional penuh untuk kebutuhan dasar. Kesan pertama: Monefy lebih terasa seperti “buku catatan digital” tradisional.

Definisi “Ringan” dalam Konteks Aplikasi Budgeting

Ketika kita bilang “ringan”, kita perlu spesifik. Apa yang kamu cari sebenarnya? Tiga aspek ini biasanya jadi concern utama:

  • Ringan dalam ukuran file: Berapa MB aplikasi ini makan storage hp-mu?
  • Ringan dalam penggunaan RAM: Apakah aplikasi ini melambatkan hp ketika berjalan di background?
  • Ringan dalam pengalaman pengguna: Apakah tampilannya sederhana, tidak penuh dengan tombol dan menu yang membingungkan?

Ketiga aspek ini nggak selalu berjalan seiring. Sebuah aplikasi bisa kecil ukurannya tapi tampilannya ramai, atau sebaliknya. Makanya kita perlu cek semua sisi.

Perbandingan Spesifikasi Teknis Langsung

Mari kita lihat data konkret. Spesifikasi ini diambil dari versi terbaru saat artikel ini ditulis (perlu di-update jika kamu baca di tahun berbeda).

Kriteria Ivy Wallet Monefy (FOSS)
Ukuran Installasi ~15-20 MB ~8-12 MB
Penggunaan RAM (Idle) ~90-120 MB ~60-80 MB
Penggunaan RAM (Aktif) ~150-200 MB ~100-130 MB
Offline Mode Ya, penuh Ya, penuh
Iklan Tidak ada Tidak ada (FOSS)
Backup File JSON, CSV CSV, PDF (Pro)
Baca:  Apakah Aplikasi Finku Aman? Review Legalitas & Keamanan Data Pengguna (Update Terbaru)

Dari sisi angka kasar, Monefy memang lebih irit. Tapi angka di atas hanyalah satu bagian dari cerita. Pengalaman nyata seringkali lebih penting dari spesifikasi teknis.

Pengalaman Pencatatan: Flow yang Berbeda

Ivy Wallet: Swipe dan Tap yang Intuitif

Ivy Wallet punya flow pencatatan yang lebih modern. Kamu bisa swipe kanan-kiri untuk pilih kategori, tap untuk pilih akun, dan semuanya terasa smooth. Animasi-animasi kecilnya justru membantu, tidak mengganggu. Untuk orang yang sudah terbiasa dengan gestur Android modern, Ivy terasa seperti “rumah”.

Keunggulan Ivy di sini adalah prediksi otomatis. Kalau kamu sering catat “Makan Siang” di kategori “Food” lewat akun “Cash”, Ivy akan ingat dan mengusulkan kategori serta akun yang sama di transaksi berikutnya. Ini mengurangi tap yang diperlukan.

Monefy: Tap, Tap, Done

Monefy lebih “old school”. Tiap input harus kamu tap secara manual: satu tap untuk kategori, satu tap untuk akun, satu tap untuk catatan. Terdengar lebih lambat, tapi sebenarnya lebih predictable. Kamu tahu persis harus ke mana tiap kali.

Kecepatan Monefy terletak pada konsistensi. Tidak ada animasi yang bikin nunggu, tidak ada loading yang terasa. Untuk hp entry-level dengan prosesor pas-pasan, ini jadi nilai plus besar. Responsivitasnya tetap kencang meski di hp 3-4 tahun lalu.

Fitur Budgeting: Dari Sederhana hingga Sedikit Lebih Lengkap

Keduanya mengusung filosofi budgeting sederhana, tapi ada nuansa.

Ivy Wallet punya fitur planned payments yang cukup powerful. Kamu bisa set recurring income atau expense dengan reminder notifikasi. Report-nya juga lebih visual dengan chart interaktif yang bisa kamu tap untuk detail. Kalau kamu tipe yang suka lihat data dalam grafik yang cantik, Ivy punya keunggulan.

Monefy lebih fokus pada speed. Budgeting di Monefy terbatas pada set limit per kategori dan warning sederhana ketika mendekati limit. Tidak ada prediksi atau analisis mendalam. Tapi itu sengaja. Monefy ingin kamu catat cepat, lalu tutup aplikasi. Tidak ingin kamu menghabiskan waktu terlalu lama di dalamnya.

Penting diingat: keduanya tidak punya fitur sinkronisasi cloud bawaan. Semua data tersimpan lokal di hp. Ini bagus untuk privasi, tapi kamu harus manual backup secara rutin.

Privasi dan Open Source: Sejauh Mana Transparansinya?

Karena keduanya open source, kita bisa lihat sendiri apa yang dilakukan aplikasi dengan data kita.

Ivy Wallet tidak meminta permission internet sama sekali. Kode-nya memang tidak include fitur sync. Jadi kalau kamu lihat di network monitor, Ivy benar-benar diam. Data-mu tetap di hp. Update aplikasi datang dari GitHub atau F-Droid, bukan Play Store.

Baca:  7 Aplikasi Pengatur Keuangan Terbaik Untuk Anak Kost & Mahasiswa (100% Gratis & Ringan)

Monefy (FOSS) juga tidak ada iklan dan tracking. Tapi versi FOSS-nya ada di F-Droid, sementara versi Play Store-nya (yang pro) punya fitur backup ke Google Drive. Jadi kalau privasi adalah prioritas utama, ambil versi FOSS dari F-Droid, bukan dari Play Store.

Keduanya tidak meminta permission yang aneh-aneh. Hanya storage untuk backup. Ivy butuh permission notifikasi untuk reminder, tapi itu opsional bisa dimatikan.

Kekurangan yang Perlu Diketahui

Tidak ada yang sempurna. Keduanya punya batasan yang mungkin jadi dealbreaker bagi sebagian orang.

Ivy Wallet masih dalam pengembangan aktif. Artinya, kadang ada bug kecil. Saya pernah alami kategori yang tidak muncul di report sampai restart aplikasi. Tidak sering, tapi terjadi. Juga, komunitasnya lebih kecil, jadi tutorial atau troubleshooting di forum lebih terbatas.

Monefy terasa stagnan. Update terakhir versi FOSS-nya jarang. Fitur-fitur baru biasanya masuk ke versi pro di Play Store dulu. Juga, desainnya memang terasa “jadul”. Bukan masalah fungsional, tapi kalau kamu suka tampilan modern, Monefy bisa terasa kurang menarik.

Persona Pengguna: Kamu yang Mana?

Biar lebih jelas, coba lihat gambaran pengguna ideal masing-masing.

Pilih Ivy Wallet kalau:

  • Kamu punya hp keluaran terbaru atau minimal 2-3 tahun terakhir
  • Suka tampilan modern dan animasi halus
  • Butuh reminder untuk tagihan rutin
  • Tidak masalah kalau kadang harus report bug
  • Ingin fitur report yang lebih visual dan interaktif

Pilih Monefy kalau:

  • Kamu pakai hp entry-level atau sudah tua (4+ tahun)
  • Prioritaskan kecepatan di atas visual
  • Mau aplikasi yang “set it and forget it”
  • Tidak butuh fitur canggih, cuma catat masuk-keluar uang
  • Ingin aplikasi yang sudah terbukti stabil bertahun-tahun

Catatan Penting: Backup adalah Tanggung Jawabmu

Karena keduanya offline-first, kamu harus punya rutinitas backup. Saya sarankan backup mingguan, atau paling tidak bulanan. Simpan file backup di cloud storage pribadimu (encrypted kalau bisa) atau di PC.

Untuk Ivy Wallet, format JSON-nya lebih mudah di-edit manual kalau needed. Untuk Monefy, format CSV-nya kompatibel dengan spreadsheet, jadi bisa kamu analisis lebih lanjut di Excel atau Google Sheets.

Jangan pernah anggap remeh backup. Kehilangan data transaksi 6 bulan itu menyebalkan, tapi kehilangan data 2 tahun? Itu bisa bikin kapok pake aplikasi budgeting lagi.

Kesimpulan: Lebih Ringan itu Relatif

Jadi, mana yang lebih ringan? Jawaban singkatnya: Monefy lebih ringan dalam resource, Ivy Wallet lebih ringan dalam pengalaman pengguna.

Kalau hp-mu terbatas RAM atau storage, Monefy adalah pemenangnya. Tapi kalau yang kamu maksud “ringan” adalah tidak bikin pusing dan punya flow yang cepat, Ivy Wallet bisa jadi lebih ringan secara mental.

Yang terpenting: coba keduanya. Keduanya gratis. Catat 10 transaksi di Ivy, lalu 10 transaksi di Monefy. Rasakan sendiri mana yang lebih “ngeh” sama kebiasaanmu. Aplikasi budgeting yang paling ringan adalah aplikasi yang kamu pakai secara konsisten. Itu satu-satunya metrik yang benar-benar penting.

Pilih yang membuatmu nyaman, lalu mulai catat hari ini. Tidak perlu tunggu awal bulan, tidak perlu tunggu situasi keuangan “sempurna”. Mulai dari transaksi hari ini, dan lihat bagaimana data itu membantumu mengambil keputusan kecil besok. Itu sudah cukup sebagai langkah awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

6 Aplikasi Pencatat Utang Piutang Terbaik Untuk Usaha Kecil & Warung Kelontong

Mencatat utang piutang di buku besar yang kini kulitnya sudah mengelupas? Atau…

5 Aplikasi Manajemen Gaji Umr Terbaik Dengan Metode Amplop Digital Otomatis

Gaji UMR habis seminggu sebelum tanggal tua? Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak…

7 Aplikasi Keuangan Yang Bisa Terhubung Otomatis Ke Rekening Bank (Bca, Mandiri, Bri)

Capek ngetik manual setiap kali beli kopi? Transaksi kecil sering lupa tercatat?…

Kelemahan Aplikasi Sribuu Yang Sering Dikeluhkan Pengguna: Baca Sebelum Install

Mengeluh itu wajar. Saat kita mencoba mengatur uang dengan lebih baik, aplikasi…