Biaya trading yang terlihat kecil bisa jadi pemakan keuntungan paling halus tapi paling banyak. Sering kali kita fokus pada naik turunnya harga Bitcoin atau Ethereum, tapi lupa bahwa setiap transaksi meninggalkan jejak biaya yang lama-lama menumpuk. Jika kamu pernah merasa untung di kertas tapi heran kenapa saldo nggak beranjak banyak, mungkin ini saatnya kita bahas dua komponen penting: fee trading dan spread.
Pluang dan Ajaib Kripto jadi pilihan populer buat investor pemula di Indonesia karena kemudahan aksesnya. Tapi mana yang lebih “ramah” di kantong? Artikel ini akan bantu kamu lihat perbedaan biaya di kedua platform dengan contoh konkret. Catatan: semua angka dan kebijakan berdasarkan informasi publik terkini dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Mengapa Biaya Bukan Sekadar Persentase Kecil
Ketika kamu melihat fee 0.1% atau 0.2%, mungkin terasa nihil. Tapi bayangkan kamu aktif trading dengan modal Rp 10 juta per bulan. Fee 0.2% di kedua sisi (beli dan jual) sudah menghabiskan Rp 40 ribu per transaksi. Lakukan 5 kali dalam sebulan? Kamu sudah kehilangan Rp 200 ribu hanya untuk biaya.
Belum lagi spread, selisih harga jual dan beli yang jadi “keuntungan implisit” platform. Spread yang lebar bisa membuat kamu harus menunggu harga naik lebih dulu hanya untuk impas. Jadi, memahami struktur biaya itu bukan soal pelit, tapi soal menghargai setiap rupiah yang kamusudah kerja keras dapatkan.

Fee Trading: Perbandingan Langsung Pluang vs Ajaib Kripto
Kedua platform punya model fee yang berbeda. Pluang mengadopsi model maker-taker yang umum di exchange global. Ajaib Kripto lebih sederhana dengan flat fee per transaksi.
Pluang
Pluang menerapkan 0% fee untuk maker (kamu yang pasang order di order book) dan 0.1% untuk taker (kamu yang eksekusi instan). Ini menguntungkan kalau kamu punya waktu dan paham cara pasang limit order. Tapi mayoritas pemula pakai market order, jadi otomatis masuk kategori taker.
Ajaib Kripto
Ajaib Kripto menerapkan fee flat 0.1% per transaksi, baik beli maupun jual. Tidak ada istilah maker-taker di sini. Semua transaksi dihitung sama, jadi lebih mudah diprediksi. Untuk pemula yang ingin instan, ini lebih transparan karena nggak perlu pusing strategi order.
Catatan Penting: Fee trading bisa berubah tergantung promo atau kebijakan platform. Selalu cek halaman resmi mereka sebelum transaksi. Fee juga belum termasuk PPN 11% yang biasanya ditambahkan otomatis.
Mengungkap Spread: Biaya Tersembunyi yang Sering Terlupakan
Spread adalah selisih harga antara jual (bid) dan beli (ask). Ini bukan fee yang dipotong, tapi “mark-up” yang bikin kamu beli di harga lebih mahal dan jual di harga lebih murah. Semakin lebar spread, semakin besar “jarak” yang harus ditempuh harga agar kamu untung.
Spread di Pluang
Pluang cenderung punya spread yang lebih ketat untuk aset likuid besar seperti Bitcoin dan Ethereum. Rata-rata spread berkisar 0.3%-0.5% di kondisi pasar normal. Ini karena Pluang terhubung ke beberapa liquidity provider. Tapi untuk altcoin dengan volume kecil, spread bisa melebar hingga 1-2%.
Spread di Ajaib Kripto
Ajaib Kripto punya spread yang sedikit lebih lebar, biasanya 0.5%-0.7% untuk BTC/ETH. Ini trade-off untuk kemudahan dan interface yang lebih sederhana. Spread bisa lebih lebar lagi saat volatilitas tinggi atau di luar jam trading aktif.

Simulasi Biaya Nyata: Contoh Perhitungan Rp 1 Juta
Mari kita hitung biaya total kalau kamu investasi Rp 1 juta di Bitcoin, beli di harga Rp 600 juta, lalu jual di harga Rp 650 juta.
| Komponen Biaya | Pluang (Taker) | Ajaib Kripto |
|---|---|---|
| Modal Awal | Rp 1.000.000 | Rp 1.000.000 |
| Harga Beli (termasuk spread 0.4%) | Rp 602.400.000 | Rp 602.400.000 |
| Fee Beli (0.1% + PPN) | Rp 1.110 | Rp 1.110 |
| Total Biaya Beli | Rp 11.110 | Rp 11.110 |
| Harga Jual (termasuk spread 0.4%) | Rp 647.400.000 | Rp 647.400.000 |
| Fee Jual (0.1% + PPN) | Rp 1.202 | Rp 1.202 |
| Total Biaya Jual | Rp 11.202 | Rp 11.202 |
| Total Biaya Transaksi | Rp 22.312 | Rp 22.312 |
| Keuntungan Kotor | Rp 75.000 | Rp 75.000 |
| Keuntungan Bersih | Rp 52.688 | Rp 52.688 |
Tunggu, kok sama? Karena spread yang kami asumsikan sama di sini. Tapi coba simulasi lain: kalau spread Pluang 0.3% dan Ajaib 0.6% (skenario realistis), maka perbedaannya jadi lebih jelas.
Skenario dengan Spread Berbeda
Dengan modal dan harga yang sama:
- Pluang: Spread total 0.6% (0.3% beli + 0.3% jual) = Rp 6.000
- Ajaib Kripto: Spread total 1.2% (0.6% beli + 0.6% jual) = Rp 12.000
- Selisih: Rp 6.000 untuk setiap Rp 1 juta transaksi.
Terkadang perbedaan ini terasa kecil. Tapi kalau kamu trading rutin atau modal besar, selisihnya bisa jadi puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per bulan.
Luar Biaya: Fitur yang Mungkin Jadi Deal Breaker
Biaya murah bukan segalanya. Pengalaman pakai, keamanan, dan fitur tambahan bisa jadi lebih berharga.
Keamanan & Regulasi
Kedua platform sudah terdaftar di Bappebti dan menggunakan cold wallet untuk sebagian besar dana. Pluang punya fitur whitelisting address yang bikin kamu harus konfirmasi manual setiap penarikan ke alamat baru. Ajaib Kripto punya asuransi dana pengguna yang cukup komprehensif.
Pilihan Aset
Pluang menawarkan lebih banyak pilihan altcoin, sekitar 50+ aset. Ajaib Kripto lebih fokus ke 20+ aset populer. Kalau kamu tipe yang suka eksplorasi proyek kecil, Pluang lebih cocok. Tapi kalau cuma mau Bitcoin dan Ethereum saja, Ajaib Kripto sudah cukup.
Antarmuka & Pengalaman
Ajaib Kripto punya UI yang lebih beginner-friendly, navigasi sederhana, dan fitur auto-invest yang praktis buat DCA (Dollar Cost Averaging). Pluang punya chart lebih advance dan fitur limit order yang berguna buat trader sedikit lebih berpengalaman.
Mana yang Lebih “Murah” untuk Profil Kamu?
Tidak ada jawaban universal. Semua kembali ke gaya investasi dan kenyamanan kamu.
Pilih Pluang jika:
- Kamu trader aktif yang sering pakai limit order
- Modal transaksi kamu besar (di atas Rp 10 juta per bulan)
- Kamu butuh pilihan altcoin yang lebih banyak
- Kamu mau spread seketat mungkin
Pilih Ajaib Kripto jika:
- Kamu investor jangka panjang yang jarang jual-beli
- Kamu prefer kemudahan dan UI yang sederhana
- Kamu suka fitur auto-invest atau DCA otomatis
- Kamu nggak mau ribet mikir maker-taker
Ingat: Platform yang “lebih murah” nggak akan berguna kalau kamu nggak nyaman pakainya. Kenyamanan bikin kamu konsisten, dan konsistensi jauh lebih penting daripada ngirit beberapa basis poin fee.
Peringatan Penting sebelum Kamu Mulai
Sebelum tergiur biaya murah, cek dulu hal-hal ini:
1. Likuiditas Penarikan
Beberapa altcoin di Pluang punya volume penarikan yang rendah. Kamu bisa jadi kesulitan atau harus menunggu lama saat mau tarik aset tertentu. Ajaib Kripto punya aturan yang lebih konsisten untuk aset populer.
2. Biaya Penarikan (Withdrawal)
Kedua platform nggak kenakan biaya penarikan Rupiah ke bank. Tapi untuk penarikan aset kripto ke wallet lain, mereka kenakan network fee yang bervariasi tergantung blockchain. Cek fee ini sebelum tarik, bisa Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu per transaksi.
3. Promo dan Cashback
Kadang ada promo fee gratis atau cashback yang bikin salah satu platform jadi lebih murah sementara. Manfaatkan, tapi jangan jadi alasan utama pilih platform. Kebijakan promo bisa berakhir kapan saja.
Kesimpulan: Fokus pada Kebutuhan, Bukan Hanya Angka
Pluang unggul di spread yang lebih ketat dan fitur advance, cocok buat yang mau optimize setiap rupiah. Ajaib Kripto unggul di kemudahan dan transparansi fee, ideal buat investor yang mau fokus ke strategi jangka panjang tanpa ribet.
Perbedaan biaya antara keduanya nggak signifikan untuk investor pemula dengan modal kecil. Yang terpenting, pilih platform yang bikin kamu nyaman dan konsisten investasi. Konsistensi Rp 100 ribu per bulan di platform “mahal” tetap lebih baik daripada berhenti investasi karena bingung dengan interface yang rumit.
Jangan lupa: biaya hanya satu bagian dari puzzle. Keamanan, likuiditas, dan fitur yang sesuai gaya kamu jauh lebih krusial. Mulai dengan modal kecil, coba keduanya kalau perlu, dan lihat mana yang paling pas dengan ritme keuanganmu.
Disclaimer: Ulasan ini bersifat informasi umum dan bukan saran keuangan pribadi. Setiap keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko, tujuan, dan kondisi keuangan kamu. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan konsultasi dengan perencana keuangan berlisensi.