Pembukuan untuk online shop pemula sering kali jadi mimpi buruk. Bukan karena tidak mau rapi, tapi karena bingung harus mulai dari mana. Excel terasa rumit, aplikasi akuntansi terasa berat, dan akhirnya banyak yang tetap paksa ingat di kepala atau catat di notes hp sembarangan. BukuKas hadir dengan janji bisa menyelesaikan masalah ini: sederhana, fokus untuk pelaku usaha kecil, dan gratis. Tapi apakah benar-benar cukup?
Kenapa Pembukuan Jadi Kritis untuk Online Shop Pemula?
Sebelum masuk ke BukuKas, penting untuk sepaham dulu soal kenapa pembukuan itu bukan sekadar pencatatan angka. Bagi online shop pemula, ini soal cash flow visibility. Anda perlu tahu uang masuk dari mana, keluar untuk apa, dan berapa sisa stok barang yang masih bisa dijual.
Tanpa pencatatan yang jelas, masalah kecil bisa jadi besar. Salah hitung untung rugi, kehabisan stop tapi tetap menerima order, atau lupa bahwa ada uang yang masih harus ditarik dari marketplace. Ini bukan soal ketidakmampuan, tapi soal sistem yang belum dibangun.
BukuKas mencoba jadi jawaban dengan mengambil jalan tengah: lebih powerful dari buku tulis, tapi tidak serumit aplikasi akuntansi full-fledged. Targetnya jelas: pelaku UMKM yang butuh solusi good enough untuk mulai terbiasa dengan disiplin pencatatan.

Pengalaman Pertama: Setup dan Antarmuka
Proses registrasi BukuKas sangat cepat. Cukup nomor telepon, verifikasi OTP, dan Anda sudah masuk ke dashboard. Tidak perlu isi formulir panjang tentang kode akun atau struktur perusahaan. Aplikasi langsung menganggap Anda pemilik usaha yang butuh catatan praktis.
Tampilan utama langsung menunjukkan saldo kas, piutang, utang, dan penjualan hari ini. Ini desain yang cerdas karena memberikan snapshot kondisi finansial dalam satu layar. Tidak perlu klik sana-sini untuk tahu posisi terkini.
Navigasi yang Tidak Menakutkan
Menu utama ada di bagian bawah dengan ikon besar dan label jelas: Beranda, Jual, Beli, Kontak, dan Lainnya. Setiap kali mencatat transaksi, Anda cukup pilih kategori yang sudah disediakan. Tidak ada istilah teknis seperti “debit” atau “kredit” yang membuat bingung.
Bagi yang baru pertama kali pakai aplikasi keuangan, ini pengalaman yang menenangkan. BukuKas tidak mencoba terlihat pintar dengan bahasa akuntansi. Sebaliknya, ia berbicara dalam bahasa sehari-hari: “Uang Masuk”, “Uang Keluar”, “Catat Piutang”, “Catat Utang”.
Fitur-Fitur yang Memang Dibuat untuk Online Shop
BukuKas punya mode khusus yang namanya Fitur Dagang. Ketika diaktifkan, Anda bisa mencatat penjualan dengan detail barang, harga, dan stok. Ini beda dari mode biasa yang hanya mencatat aliran kas saja.
Ketika menerima order, Anda input barang yang terjual, jumlah, dan harga. Stok akan otomatis berkurang. Jika barang belum dibayar, Anda bisa tandai sebagai piutang. Begitu pelanggan transfer, Anda tinggal klik piutang tersebut dan tandai sebagai lunas. Semua terhubung.
Pencatatan Multi-Channel
Online shop biasanya jualan di banyak tempat: Instagram, WhatsApp, Tokopedia, Shopee. BukuKas mengakomodasi ini dengan fitur Metode Pembayaran dan Channel yang bisa dicustom. Anda bisa buat label “Shopee”, “IG Story”, atau “WA Group” untuk melacak dari mana penjualan berasal.
Data ini berguna untuk evaluasi. Tanpa harus buka masing-masing platform, Anda bisa lihat di BukuKas: channel mana yang paling banyak menghasilkan uang tunai, dan mana yang banyak piutangnya.
Pengingat Piutang dan Utang
Fitur favorit banyak pengguna adalah pengingat otomatis untuk piutang yang jatuh tempo. Anda bisa set tanggal kapan harus menerima pembayaran, dan aplikasi akan kirim notifikasi reminder. Sama untuk utang. Ini mengurangi risiko lupa dan menjaga hubungan dengan pelanggan maupun supplier tetap baik.

Keterbatasan yang Perlu Diwaspadai
Meski ramah pemula, BukuKas punya batasan yang perlu dipahami sejak awal. Pertama, tidak ada integrasi otomatis dengan marketplace. Semua transaksi harus input manual. Jika Anda ratusan order per hari di Shopee atau Tokopedia, ini bisa jadi dealbreaker.
Kedua, laporan finansialnya masih terbatas. Anda bisa lihat laba rugi sederhana, laporan penjualan, dan arus kas. Tapi untuk analisis lebih dalam seperti gross profit margin per SKU, atau break-even point, Anda perlu ekspor data dan olah sendiri di spreadsheet.
Ketiga, fitur inventory tidak mendukung multi-gudang. Jika stok barang Anda tersebar di beberapa lokasi, BukuKas tidak bisa lacak per lokasi. Ini hanya stok total secara agregat.
Data dan Privasi
BukuKas menyimpan data di server mereka. Untuk usaha kecil yang tidak terlalu sensitif, ini biasanya tidak jadi masalah. Tapi jika Anda concern dengan data pelanggan atau margin keuntungan, perlu dipertimbangkan. Mereka punya kebijakan privasi standar, tapi tidak ada opsi self-hosting.
Biaya: Gratis vs Berbayar
Versi gratis BukuKas sudah cukup untuk online shop pemula. Anda bisa catat transaksi unlimited, kelola stok, dan piutang utang. Versi premium seharga Rp 29.000 – 49.000 per bulan (tergantung paket) memberi tambahan seperti:
- Hapus iklan di aplikasi
- Ekspor data ke Excel/PDF tanpa watermark
- Laporan lebih detail
- Backup otomatis ke Google Drive
Bagi yang baru mulai, tidak ada alasan untuk langsung bayar. Pakai versi gratis dulu 2-3 bulan. Jika sudah terbiasa dan butuh laporan lebih rapi untuk pinjaman bank atau evaluasi bisnis, baru upgrade.
Perbandingan dengan Alternatif
Untuk konteks lebih jelas, ini perbandingan singkat BukuKas dengan beberapa opsi lain:
| Fitur | BukuKas | Accurate Lite | Excel Manual |
|---|---|---|---|
| Harga | Gratis / Rp 29rb/bulan | Mulai Rp 150rb/bulan | Gratis (one-time) |
| Kemudahan Setup | Sangat Mudah | Sedang | Butuh setup manual |
| Integrasi Marketplace | Tidak Ada | Ada (terbatas) | Tergantung kemampuan |
| Manajemen Stok | Basic | Menengah | Butuh formula manual |
| Cocok untuk | UMKM < 50 transaksi/hari | UMKM growth stage | Tehnikal skill kuat |
Accurate Lite lebih powerful tapi butuh pemahaman akuntansi dasar. Excel punya fleksibilitas tak terbatas tapi rentan human error dan butuh waktu setup besar. BukuKas jadi sweet spot untuk yang ingin mulai tanpa belajar banyak teori.
Kesimpulan: Untuk Siapa BukuKas Itu Tepat?
BukuKas adalah aplikasi starter pack yang ideal untuk online shop pemula dengan karakteristik:
- Volume transaksi harian di bawah 50 penjualan
- Jualan di multi-channel tapi tidak ada integrasi otomatis
- Butuh disiplin pencatatan tapi tidak mau belajar akuntansi formal
- Mengutamakan kendali kas dan stok dasar
Jika Anda sudah di level ratusan order per hari atau butuh analisis finansial kompleks untuk investor, BukuKas akan terasa ketinggalan. Saat itu tiba, transisi ke Accurate, Jurnal, atau Moka Accounting adalah langkah logis.
BukuKas tidak akan membuat Anda jadi CFO dalam semalam. Tapi ia bisa jadi alasan kuat untuk berhenti mengandalkan ingatan dan mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dan kebiasaan itu, jauh lebih berharga daripada fitur canggih yang tidak pernah dipakai.
Mulailah dengan versi gratis. Catat setiap transaksi selama sebulan penuh. Lihat bagaimana rasanya punya data yang jelas tentang uang Anda. Jika setelah sebulan Anda merasa lebih tenang dan mengerti arus bisnis, maka BukuKas sudah melakukan tugasnya dengan sempurna.
Disclaimer: Ulasan ini bersifat informasi umum berdasarkan pengalaman penggunaan dan data publik. Tidak merupakan saran keuangan pribadi. Setiap keputusan penggunaan aplikasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko bisnis masing-masing.